Salah Kelola Arus Kas Yang Sering Terjadi Pada Usaha Startup

0
219

Bacaan Receh – Apakah salah kelola arus kas bisa mengganggu jalannya usaha yang baru dirintis?

Jawabannya adalah ya. Salah satu penyebab utama kegagalan bisnis startup dan usaha kecil adalah karena tidak mampu mengelola arus kas usaha dengan baik.

Tidak peduli betapa hebatnya model bisnis wirausaha anda, betapa menguntungkan, dan betapa banyak investor yang tertarik mendukung usaha anda. Usaha anda tidak akan bertahan jika anda tidak mampu mengelola arus kas dengan baik.

Sebuah studi oleh lembaga perbankan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen kegagalan tersebut disebabkan oleh faktor ini.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam pengelolaan arus kas bisnis startup dan usaha kecil menengah.

Memperkirakan Nilai Penjualan Di Masa Depan Terlalu Tinggi

Kemauan yang keras dan optimisme yang tinggi merupakan kuci sukses seorang entrepreneur dalam menjalankan wirausaha.

Namun meskipun optimisme tinggi itu penting bagi pemilik usaha. Jangan sampai hal tersebut merusak obyektifitas anda dalam mengambil keputusan karena sangat beresiko terhadap arus kas perusahaan.

Itulah mengapa sangat penting menetapkan target penjualan yang obyektif dan realistis berdasarkan data dan angka yang sudah ada sebelumnya.

Data penjualan sebelumnya bersama dengan intuisi yang obyektif bisa digunakan untuk membuat perkiraan. Untuk selanjutnya membuat target penjualan yang masuk akal di masa depan.

Memperkirakan pendapatan penjualan di masa depan bisa jadi cukup sulit dilakukan. Terutama jika usaha anda masih baru dan tidak ada data atau angka penjualan masa lalu yang bisa dijadikan acuan.

Untuk itu, menemukan dan bekerjasama dengan seorang mentor yang berpengalaman di bidang bisnis yang anda lakukan akan sangat membantu.

Baca juga: Langkah Ideal Untuk Mengenalkan Uang Kepada Anak

Seorang mentor yang baik akan membantu memberikan gambaran sesuai dengan pengalamannya dan membantu anda melakukan perkiraan besarnya volume penjualan di masa depan.

Apapun metode perkiraan yang anda lakukan, pastikan anda membuat ekspektasi penjualan yang obyektif dan masuk akal. Perilaku ini akan menghindarkan anda dari pengeluaran besar yang sia-sia karena mengejar target penjualan yang tidak masuk akal dan tidak mungkin terwujud.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini